berlari..
January 6th, 2009katanya..
kalo kita takut terhadap sesuatu maka kita akan lari..
dengan kata lain dalah satu kondisi yang seperti itu maka akan ada yang namanya pelarian..
hmm..
jadi mikir..
saat seseorang lari dari keadaan,, sebagian orang mencari seorang lain sebagai pelarian.. mau ngapain lah setelah itu terserah..
ambil satu kasus umum aja deh..
satu orang patah hati ditinggal cinta dan bercerita pada seseorang yang ia rasa cukup bisa dipercaya..
ada pelarian..
nah..
apakah dengan menjadi pelarian itu bagus atau buruk..???
hhhmm..
sedang mikir untuk mengerti kondisi yang terjadi di situ..
ok.. mungkin kalo cuman cerita2 dll dll its normal.. semua orang biisa dan mau2 aja..
masalah muncul saat si orang yang lari itu pengen ngajak si pelariannya supaya mau nggantiin sebuah rasa yang hilang..
ok deh ngga masalah juga untuk sebagian orang karena mungkin situasinya cocok sehingga keduanya bisa saling terima dan sam2 mau..
nah pilihan terakhir yaitu saat si pelarian ngga mau alias menolak.. hhhmm..
kalo aku ada di posisi di mana aku menjadi si pelarian kira2 gimana yang bakalan aku lakukan..???
hhhmm..
mungkin pada akhirnya situasi sendiri yang membantu kita memutuskan..
..
once someone told me.. -atau mungkin inilah yang aku ingat..-
bahwa..
kita lebih baik berteman saja..
jika tidak begitu maka sebuah pertemanan itu akan rusak oleh status yang kita ciptakan sendiri..
akhirnya kita mungkin akan saling membenci..
hhhmm..
once awhile ago,, aku merasa pernah memikirkan hal yang sama seperti itu.. mirip..
sebuah pertemanan kadang hancur karena..
..
tapi belum tentu begitu juga..
adakalanya masalah2 tidak muncul dan itu sangat mendukung semuanya untuk selalu lancar tertib dan aman..
waaahh.. andai saja dunia seindah itu..
hhhmm..
ok deh..
yang penting di sini adalah free will.. 2 buah kata yang diambil dari pelem bruse olmighti.. free will..
bahwa semua orang memiliki keinginannya masing2 dan tidak dapat dipengaruhi oleh aspek2 luar..
..
aku sangat menghargai ucapan2 yang muncul dari pemikiran original sendiri.. tanpa harus terganggu oleh suara2 luar yang terngiang di telinga.. mm.. mungkin suara2 itu boleh kita dengarkan dan menjadi sekedar bahan pertimbangan.. tidak menjadi suatu angin hasutan.. walau mungkin terdengar baik.. entahlah..
mengeai kebaikan dan keburukanpun aku ada dalam wilayah yang abu2.. penuh kabut dengan jarak pandangan yang sangat sempit..
semoga..
aku..
tidak akan mengambil keputusan hingga sebuah keyakinan terbentuk.
..


January 6th, 2009 at 10:59 pm
Bila sedang ragu2 untuk mengambil keputusan, memang adakalanya kita harus berhenti sejenak dari perjalanan. Berpikir tenang dan dengarkan hati.
Sehingga langkah yang diambil bukanlah sekedar “pelarian” semata